Mengenal lebih dekat konsep Supply Chain Management
Mengenal lebih dekat konsep Supply
Chain Management
Oleh : Willyz Widhy Wikarya
Fenomena penerapan
konsep SCM (Supply Chain Management) di PT Pindad (Persero) dengan di
resmikannya Gedung ISC tanggal 23 Maret 2015 silam, memberi rasa penasaran pada
penulis untuk mempelajari dan mengenal lebih dekat konsep ini. Tahun 2015
menjadi tahun pertama penerapan konsep SCM ini, persentase pengadaan
(material/non material) yang telah dicapai sebesar 113% dari target
pembelian RKAP tahun 2015 dengan cara menghitung (Total Realisasi Pengadaan/Total
target pengdaaan RKAP 2015) x 100%, memberikan hipotesa yang menjanjikan bahwa
penerapan konsep SCM di PT Pindad (persero) cukup dapat di aplikasikan,
meskipun harus di akui masih butuh perbaikan.
Lantas bagaimana Supply chain seharusnya, yang hakekatnya merupakan mata
rantai hubungan ke hulu (upstream) ke hilir (downstreams) secara teoritis SCM
memerlukan Proses untuk mencapai kinerja maksimalnya. Penulis memberikan
pendekatan teoritis mengenai evolusi Supply chain pada perusahaan manufacture pada umumnya, adalah sbb :
Tahap 1.
Fokus
Secara Internal
|
Tahap 2.
Integrasi
secara fungsional
|
Tahap 3.
Integrasi
ke dalam
|
Tahap 4.
Integrasi
keluar
|
• Fokus pada fungsi
masing-masing
• Manejemen dari atas
sampai bawah
• Pengukuran secara
internal untuk mengukur kinerja
• Reaktife, perencanaan
jangka pendek
• Tidak ada integrasi
secara internal
|
• Fokus pada aliran
barang secara internal
• Penekanan pada
pengurangan biaya
• Realisasi
effisiensi yang diperoleh dari integrasi secara internal
|
• Realisasi integrasi
aliran material melalui perusa-haan
• Fokus pada
logis-tik dan aktifitas JIT untuk menge-lola aliran barang dan informasi
• Pengukuran kinerja
supplier dan pelayanan customer
|
• Pengembangan usaha
integrasi ke supplier dan customer
• Realisasi kebutuhan
pengendalian material dan informasi ke lapis dua dan tiga, yakni supplier dan
customer
• Penekanan pada
pengembangan kerjasama dan kemampuan komunikasi
|
Terlepas dari beberapa masalah yang
muncul di delivery barang atau jasa tersebut serta jangka waktu pembayaran yang
menjadi momok di PT Pindad (persero). Di beberapa literatur sebenarnya konsep
scm itu mempunyai keuntungan :
Keuntungan penerapan supply chain
Dengan menganalisis keseluruhan
proses, diperoleh beberapa keuntungan dari penerapan supply chain sebagai
berikut :
• Mengurangi persediaan barang,
sehingga bisa mengurangi biaya inventory, biaya penyimpanan dan biaya kerusakan
dan kehilangan akibat penyimpanan,
• Menjamin kelancaran penyediaan
barang, karena kerjasama yang dilakukan antara pihak perusahaan dengan vendor.
• Menjamin mutu material yang disupplai
sesuai dengan kondisi yang diinginkan, dan harga yang lebih kompetitif.
Supaya lebih mudah mendapatkan
mempelajari, penulis mengutip
karakteristik pengadaan yang
membandingkan konsep manajemen logistik tradisional dengan konsep
manajemen supply chain (Cooper dan Ellram 1993)
Elemen
|
Manajement logistik tradisional
|
Supply Chain Management
|
Pengelolaan inventory
|
Dilakukan oleh bagian logistik perusahaan
|
Dilakukan secara bersama-sama pada semua rantai pengadaan
|
Pendekatan biaya keseluruhan
|
Meminimalkan biaya perusahaan
|
Efisiensi pada seluruh rantai pengadaan
|
Jangka waktu
|
Jangka pendek
|
Jangka panjang
|
Pembagian dan monitoring sejumlah informasi
|
Dibatasi oleh kebutuhan transaksi sesaat
|
Sesuai kebutuhkan proses perencanaan dan monitoring
|
Koordinasi pada semua tingkat saluran
|
Kontak tunggal untuk transaksi antara pasangan saluran
|
Multi kontak diantara tingkatan pada perusahaan dan saluran
rantai pengadaan
|
Perencanaan bersama
|
Berdasarkan transaksi
|
Berkelanjutan
|
Kesesuaian dengan kebijakan perusahaan
|
Tidak relevan
|
Kesesuaian sedikitnya pada kunci hubungan baik
|
Luas lingkup supplier
|
Lngkup lebar, untuk meningkatkan persaingan dan antisipaso
tarhadap resiko
|
Lingkup sempit, untuk meningkatkan koordinasi
|
Kepemimpinan saluran
|
Tidak diperlukan
|
Diperlukan untuk fokus pada koordinasi
|
Pembagian resiko dan penghargaan
|
Pada perusahaan sendiri
|
Resiko dan penghargaan dibagi dalam rentang waktu jangka
panjang
|
Kecepatan operasi, informasi dan tingkatan inventory
|
Berorientasi pada pergudangan
(penyimpan, stok pengaman)
|
Berorientasi pada pusat distribusi (kecepatan inventory)
yang saling terhubung, respon segera pada masing-masing saluran
|
Strategi Supply Chain
Salah satu faktor kunci untuk
mengoptimalkan supply chain adalah dengan menciptakan alur informasi yang
bergerak secara mudah dan akurat di antara jaringan atau mata rantai tersebut,
dan pergerakan barang yang efektif dan effisien yang menghasilkan kepuasan
maksimal pada para pengguna akhir.
Perkembangan terakhir dari konsep
yang digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan effiensi dan efektifitas
pergerakan barang atau material adalah sebagai berikut :
1. Mengurangi jumlah supplier, hal
ini dilakukan untuk mengurangi ketidak seragaman, biaya-biaya negosiasi, dan
pelacakan (tracking). Konsep ini adalah awal kecenderungan dari konsep multiple
supplier ke single supplier
2. Mengembangkan supplier partnership
atau strategic alliance. Konsep ini menganggap bahwa hanya dengan supplier
partnership, key supplier untuk material tertentu merupakan strategic sources
yang dapat diandalkan dan dapat menjamin lancarnya pergerakan material dalam
supply chain
Jadi sebenarnya masih banyak waktu
untuk PT Pindad mengembangkan konsep SCm ini menjadi lebih paripurna, sehingga
akan membawa menuju sistem yang di inginkan guna kemajuan PT Pindad (persero).
Referensi :
Operation
Management, Financial Times Prentice Hall, 2002 , John Naylor
Logistic
and Supply Chain, Harrison
M. Arif Rahmadi. Kajian
penerapan pendekatan manajemen supply chain pada perusahaan atau proyek
konstruksi (2008)

Komentar
Posting Komentar